Breaking News

Saturday, February 9, 2019

Peraturan Ketat Iis Dahlia Tentang Jodoh Anak dan Jam Malam


Infoskynews - Vokalis Iis Dahlia rupanya miliki prasyarat spesifik untuk calon suami anak perempuannya nantinya. Diluar itu, ibu dua anak ini pula minta anaknya jadi orang yang mandiri, sebelum mengambil langkah ke pelaminan kelak. 

"Belom bisa nikah sebelum ia siap. Nah anak gue mesti diberi makan dahulu, kasih rumah, kasih mobil, ya dong," kelakar Iis Dahlia, diambil dari Insertlive. 

"Tidak sich bercanda. Lebih pada gini, saya lihat dahulu kematangan ia, sebab untuk jadi istri kan kelak, next stepnya akan jadi ibu. Salsa belumlah siap, ia masih tetap anak manja, masih tetap ngapa-ngapain amburadul, yang bersihin pembantu. Saya ingin ia mandiri dahulu lah, baru mikirin ke situ," sambungnya. 

Yang sangat terpenting, buat Wwnita berkumis tipis ini, anaknya mesti mengakhiri sekolahnya dahulu. Sebab pendidikan ialah yang paling penting. 

Wanita 46 tahun ini mengakui jika ia tidak melarang anaknya dekat dengan siapapun, yang terpenting lelaki itu baik serta tidak membawa efek negatif. Saat di tanya masalah apa anaknya bisa pacaran ataukah tidak, rupanya Iis Dahlia mewajibkan anaknya pacaran. 

"Mesti pacaran, sudah 21 tahun waktu tidak pacaran, alemong anak gue tidak laris," canda wanita kelahiran Indramayu ini sekalian ketawa. 


Ibu dari Devano Danendra serta Juwita Salshadilla ini rupanya tipikal ibu yang cukuplah protektif. Dia jadi security buat anak-anaknya. Perihal ini ia kerjakan menjadi bentuk tanggung jawabnya menjadi orangtua, untuk mengawasi buah hatinya. 

"Jika anak-anakku belumlah pada di dalam rumah, sudah jam 12 malam, saya pulang syuting ada yang belumlah pulang nih, saya tungguin. Security eike mah. Lihatin matanya, dari tempat mana, serta tidak bisa tidak jawab. Sangat tidak mereka memberi tahu keberadaannnya dimana, sama siapa, ngapain. Bukan sebab mamanya kepo atau bagaimana ya, tanggung jawab menjadi orangtua begitu," tegas Iis Dahlia. 

Jadi orangtua protektif itu butuh, asal jangan pernah overprotektif ya, Bun. Sangat mengekang anak pun tidak baik untuk kesehatan mental anak. Menurut psikolog anak Najeela Shihab, anak dapat kehilangan self regulation jika kebanyakan ditata orangtua, hingga hilang perasaan yakin diri. 

Psikolog yang akrab dipanggil Ela ini pula menyatakan jika sebelum anak dapat yakin pada dianya, orangtua mesti yakin terlebih dulu pada sang anak. Menurut Ela, proses ini tidak dapat didapat dengan instant, dibutuhkan proses trial and error. 

"Susahnya terkadang kita butuh bukti. Nah, dalam parenting malah kebalikannya, kita mesti yakin dahulu sebelum miliki bukti. Yakinlah pada anak. Contohnya ia katakan mengantuk, bermakna ya ia capek. Ia katakan kenyang, bermakna ia cukup sudah makannya," papar Ela
Designed By